FOCUSS GROUP DISCUSSION (FGD) IMPLEMENTASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

0

Tanah Datar – sumatraline.com Rabu (05/02/2020)-Batusangkar. Dalam rangka Implementasi program BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tanah Datar yang diselenggarakan di Ermesia Hotel. Dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar Irwandi, S.IP., M.Si Dt. Maruhun, Deputi Direktur
BPJS ketenagakerjaan Sumbar-Riau Pepen Supendi Almas, SE. Asisten Beputi Wilayah Sumbar-Riau Bidang kepersertaan Boby Foriawan, SH. Kepala kantor Cabang Bukittinggi Said Ahmad Fuad, SH Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Tanah Datar Muhammad Afdhal, Rabu (05/02) pukul 09.00 Wib.

Sekda Tanah Datar Irwandi, mengatakan kepada rekan Media bahwa, pemerintah daerah dengan adanya FGD akuisisi ketenagakerjaan menyambut baik dan memberikan dukungan penuh, karena kita menganggap manfaat dari jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian sangat penting bagi para pekerja baik pekerja formal maupun non formal.

Termasuk seluruh guru honorer juga tenaga kerja sosial seperti garin, imam, khatib akan memiliki taraf hidup yang lebih terjangkau kita harap diberikan jaminan. Sumber jaminan yang kita harapkan itu bisa dari CSR, bantuan dari para perantau, APBD kita dengan mencoba menjual potensi-potensi kita yang cukup besar.

Dan kita harap Kabupaten kita bisa diberikan perhatian yang sangat besar bagi masyarakat kita, terutama pekerja termasuk masyarakat yang akan mengunjungi tempat wisata. Nanti kita lakukan kerja sama dengan pihak-pihak pariwisata termasuk hotel. Jadi masyarakat kita berikan layanan dan jaminan, termasuk juga kegiatan keolahragaan.

Yang harusnya itu sudah diberikan jaminan ketenagakerjaan juga. Selanjutnya kami harapkan juga ditingkatkan kerjasama antara pihak yang berkepentingan, baik dari aparat penegak hukum, sisi tata usaha negara serta kejaksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang belum terdaftar agar mendorong diberikan jaminan kepada para pekerjanya.

Perantau nanti memberikan potensi yang sangat besar untuk berpartisipasi memberikan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang lebih di fokuskan pada 4 program tadi, kata Sekda Irwandi.

Ini tercermin dari hasil kegiatan tadi, begitu perhatian pemerintah kabupaten Tanah Datar yang luar biasa hubungannya untuk kepastian bagi masyarakat pekerja termasuk yang non-ASN dilingkungan pemerintah Kabupaten Tanah Datar, ternyata tanggapan dari Sekda tadi luar biasa.

Sekarang anggapan dari masyarakat BPJS ketenagakerjaan ini sama dengan BPJS kesehatan, walaupun programnya sama-sama lahir dari pemerintah akan tetapi sangat berbeda, manajemen BPJS ketenagakerjaan ini sebetulnya membuka persepsi masyarakat, bahwa BPJS Ketenagakerjaan itu dulunya Jamsostek, maka boleh kami disebut BP Jamsostek untuk membedakan dengan BPJS kesehatan.

Berdasarkan UU No 40 tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial dan UU No 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dari sistem jaminan sosial terdapat 2 bagian yakni BP Jamsostek dan BPJS Kesehatan yang memiliki 5 program. Yang membedakan dari BP Jamsostek memiliki 4 program yang dikelola diantaranya, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Dan 1 program yang dikelola BPJS Kesehatan yakni program jaminan kesehatan.

Selama ini ada bermacam jaminan sosial seperti asabri, taspen, jamsostek dan lain-lain. Saya kira BP Jamsostek memang diawasi Undang-Undang selambatnya sampai 2029, misalnya di Gorontalo sudah mulai menjadi peserta BP Jamsostek secara mandiri. Untuk melihat kualitas dari sebuah pelayanan dari planning dan benefitnya maksimal. Saya kira ini juga akan menguntungkan betapa perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan ini menjawab tuntutan akan manfaat dan layanan yang baik pada layanan sosial, ucap Pepen Supendi Almas.

Dalam pertemuan itu hadir juga Asisten 2, Kabag perekonomian, BKPSDM, BKD
Dinas PMPTSP, Naker Dinas PUPR,
Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan,
Dinas PMD, dan penerima santunan dari BPJS ketenagakerjaan Tanah Datar. (JN)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.