SAAT KUNJUNGAN IBU MUFIDAH JUSUF KALA DI KABUPATEN TANAH DATAR

0

Tanah Datar- aumatraline.com Senin (02/09/2019)Batusangkar- Pada kunjungan Ketua Dekranas RI Ny. Mufidah Yusuf Kala di Sentra Industri Tenun Nagari Tigo Jangko Kec. Lintau Buo Kab. Tanah Datar Sumatera Barat. Saat peninjauan Sentra Tenun itu, didampingi oleh Ketua Dekaranasda Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma serta Istri Ny. Retri Zuldafri, ikut hadir Forkompinda, Kepala Koperindag Marwan, SE, Camat Lintau Buo, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) H. Mansur Yakin Dt. Panduko Kayo.

Dikesempatan itu Ketua Dekranas RI berharap kepada masyarakat, jadikanlah Sentra tenun ini tempat pelatihan keterampilan supaya bisa menghidupi Ekonomi dan untuk modal usaha, jangan sampai tidak di manfaatkan apa yang sudah dapat dalam latihan disini tidak bisa mengembangkan Ilmunya kata Ny. MufidahYusuf Kala.

Kepala Koperindag Marwan, SE menjelaskan kepada rekan Media bahwa pelatihan tenun ini terdiri dari 20 orang nantik dibagi menjadi 5 kelompok, setelah itu dikasih mesin jahit 1 per orang secara cuma-cuma kalau sudah selesai pelatihan bisa mesin dibawa pulang kerumahnya masing-masing, seperti yang telah lulus sekarang ini sudah bisa mengambil order dari acara MTQ Nasional ke-3 antar Kecamatan di Nagari Tigo Jangko, sudah mereka yang membuat baju tenun batik tanah Liek, dan mereka yang telah lulus dari sini sudah ada juga yang menjadi guru di sentra tenun ini jelas Marwan.

Kadis Koperindag Marwan menambahkan, sesuai apa yang di harapkan ibu Mufidah, beliau mengatakan supaya di libatkan Nagari-Nagari yang ada di Kabupaten ,sebab yang datang kesini dari Nagari lain kalau terkendala dengan anggaran, kan perlu dianggarkan oleh Nagari bisa anggarkan dari dana Nagari yang 30.70 kan bisa dipakai yang 30 parsen untuk pemberdayaan melalui bumnag, karena ini bukan di Lintau saja malahan untuk semua Nagari yang ada di Kabupaten kata Marwan.

Kita pun terkendala sekarang, karena gedung ini belum di hibahkan lagi oleh Kementerian PU sejak 2017 ini di bangun sudah selesai 2018 kan seharusnya sudah di serahkan, sampai sekarang belum juga lagi sudah hampir habis pula 2019, bagai mana cara merawat dan bayar Listrik, sekarang kalau orang mau menginap ya terpaksa bayar Listrik Sistem Token berapa kena orang itu yang bayar tambahnya.

Saya sudah mengurus ke Kementrian PU sudah 3 tahun belum juga selesai katanya masih dalam proses, kesulitan kami sekarang kalau ada yang mau dibayar, ini kan tidak masuk ke aset kami, tidak sesuai dengan aturan keuangan kami nantik kalau ada yang mau dibayar sepeti Listrik dan Air di kantor kami bagai mana membayarnya kan bukan aset kami, jangan ada nantik kesan sudah di bangun, Listrik dan Air nunggak tidak dibayar kata orang, jadi saya informasikan ke Dinas terkait atau ke Kementerian PU tolonglah diselesaikan tutup Marwan. (Jn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.